
Jemari mulai menyapa
Saat lekuk tubuh binal bertelanjang dada
Menari bagai seorang pelacur
Berjuang mempertahankan kebenaran yang kita yakini
Saat mereka menghardik
Gejolak jiwa menari
Sajikan gerakan-gerakan penuh birahi
Mencoba menantang kejamnya rezim
Yang menghalangi kebebasan gerakkan tarian zaman
Aku tertunduk malu
Saat mendengar lidahmu menari
Bersilat penuh ambisi
Menganggap kami sebagai budak-budak jelata
yang tak boleh bersuara tetang kebenaran
Inikah calon pemimpin kami?
Berteriak penuh amarah
Menebar fitnah dan rasa benci
Menelanjangi seperti pelacur
Agar kebenaran yang selama ini tersaji
Dibutakan oleh surga dunia
Yang menari binal di depan mata
Sebelum raga ini tak bernyawa
Sebelum butiran peluru
Alirkan darah basahi pertiwi
Kami hanya ingin mencoba
Goreskan tinta dengan pedang
Seraya mengingatkan tuan
Bahwa kami bukan orang gampangan
Yang semudah itu termakan tipu daya
Anjing-anjing gila seperti tuan
wah, puisinya sangar sob!
ReplyDeletemasyarakat sudah pintar memilih,,,dan semoga pilihan itu benar adanya,,,,keep happy blogging always,,,mohon maaf lahir batin...salam dari Makassar :-)
ReplyDeletepembodohan pada rakyat mah udah basi, hari ginih rakyat udah pada pinter.
ReplyDeleteMohonmaaf lahir batin yah
ini keren lho ;)
ReplyDeletegambarnya mak nyus
ReplyDeletekayak yang gebuki tdk pernah salah saja tuh
rakyat jelata disalah-salahkan meskipun dia benar adanya
ReplyDeleteyang berduit dan berkuasa selalu menang
nggak sebanding tuh 1 vs 10
ReplyDelete:)
ReplyDelete