Wednesday, June 7, 2017

GERSANG










Ku hampiri tanya
yang kembali terulang
Saat serpihan kejenuhan
coba mempertegas jati diri
Mimpi yg dulu menggebu
kini tak mampu menopang badan

Selir hembusan angin seolah berkhotbah
Mencoba beri sedikit motifasi
agar nafas sesak keluar dari persendian
Kugapai tongkatku Sebari berharap
titah tuhan beri sedikit pertolongan

Saat itu hujan tlah lama kunanti
Kemarau panjang tlah membuat
rumput di savana menguning
Banyak nafas tlah berhenti
hingnga tersisa tulang
Yang bersembunyi dibalik belatung

Rumput, pepohonan
dan sejumlah mahluk lainnya mulai berdendang
Nyanyikan syair penuh harapan
Berharap langit
tersentuh dan menagis kencang
Nyanyian itu seperti suara mereka
yang sedang merintih kehausan

Wednesday, April 19, 2017

Bungaku










Bungaku
Maaf aku datang menyapamu
Mungkin ini bukan saat yang tepat untukku
Namun aku tak punya pilihan
Sepenggal kata yang terpaksa bangunkanku

Bungaku
Maaf aku datang menyapamu
Aku hanya ingin mencari sedikit celah
Agar namaku terpajang jelas dihatimu
Walau itu tak berbingkai

Bungaku
Kesadaranku sesungguhnya tlah mencoba halangi niatku
Namun penyesalan tak ingin terucap dalam senandungku
Untuk bisa merasa sedikit kecupan darimu

Bungaku
Saat kau baca titahku
Aku hanya ingin berharap
Sedikit manis dari sepotong roti

Maka dari itu
ijinkan aku mendobrak pintu hatimu
Agar kutau
dimana tempat yang layak
untuk melukis namaku

Saturday, April 1, 2017

Bangkit dan berdirilah kawan











Ada sesuatu yang tak biasa
Itu jelas terlihat dari bening matamu
Sesuatu yang menandakan
Dirimu dalah tekanan hebat
Sekitar matamu basah
Seperti sedang dirundung pilu

Bekata aku dalam hati
Mencoba untuk memasang pundak
Untuk kau lampiaskan kesedihan
Atau untuk menopang ragamu
Agar tak semakin jatuh terpuruk

Bertahanlah kawan
Ini ujian tuhan
Yakinlah akan datang bahagia
Saat itu mentari akan datang
Beri sedikit cahaya kala hujan
Hingga senyum terindah itu
Kembali temani harimu

Wednesday, January 25, 2017

PESAN TERAKHIR












Disela bisik angin yang berhembus
Kutitip pesan rinduku tersirat
Aku seperti tersesat
Menantang keras hidup
Dari balik baju besi yang tak mampu ku bawa sendiri

Malam ini
Sajakku menyajung
Sambil kutengadahkan tangan
Mengharap Belas Kasihan
Memuja ilahi berselimut harapan dan kecemasan

Aku seorang serdadu
Bukan seorang babu
Bebanku terlalu barat tuk kupikul
Ada titah raja yang menginjak
Menuntunku hancurkan perisai kehidupan

Esok akan kucoba kembali
Menuliskan titah pada sebuah prasasti
Hingga kelak anak cucuku tau
Aku pernah hidup sebagai seorang pemberontak

Monday, January 23, 2017

Tetang Sesuatu














Ini tentang sesuatu
Tentang langkah terbatah
Yang mencoba meraih sebutir gandum
Ada silat lidah
menuntun mata pada sesuatu
Ini bukan tentang cinta
Bukan pula tentang perjuangan
mengangkat senjata

Ini tetang sesuatu
Sesuatu yang mungkin lebih kritis
Tentang apa yang memacu nadi berfikir
Tentang mereka yang membuat
Wajah ini memucat

Ini tentang sesuatu
Bukan Tentang cerita horror
Yang membuat anak kecil menangis
Bukan pula tentang hembus nafas teengah
Memacu birahi

Ini tentang sesuatu
Tentang keserakahan
Tentang kemunafikan
Yang bersembunyi dibalik Topeng
Yang mereka umbar

Tuesday, June 28, 2016

Untuk Tuan




















Dari beberapa kata yang tuan sabdakan
Tersirat sebuah cerita
Tentang desah nafas yang membangkang
Tentang lantang tuan menolak penindasan

Sejarah telah mencatat
Semangat pantang menyerah
Perjuangan tuan
Yang tak kenal putus asa

Tuan Sosok yang terpilih
Wibawa tuan butakan kami
Kami seolah terhipnotis
Kami terhanyut cerita fiksi

Kami tersadar
Ini semua hanya sandiwara
Kami terjerat dalam cerita
Untuk memperbudak kami yang tertindas