Saturday, July 26, 2014

Kala Fajar














kala fajar datang
udara segar menyegarkan pagi
memberi semangat saat ku berdiri
dan matapun terbuka tak ada yang mampu meniduri

kala fajar datang
kicauan burung mulai bernyanyi
meramaikan suasana yang sempat sepi
hingga tak mampu ku melukiskan dalam sebuah prasasti

kala fajar datang
lantunan kecapi iringi mentari
menambah kehangatan pagi ini
hingga tak ada lagi tempat untuk bersedih

kala fajar datang
waktu telah mengahruskan raga untuk bangkit
membuka catatan baru
yang tersusun dalam mimpi

Sunday, July 13, 2014

Tangisan Dari Gaza

Seketika canda tawa tak lagi terdengar
Semua berganti tangis
Ini seperti mimpi buruk
Hanya dalam sepersekian detik
mereka merubah semuanya


Maafkan aku ibu
Aku tak sempat kuhabiskan air susumu
Yang engkau selalu berikan dengan cinta
Yang mengalir bersama doa-doa
yang setiap hari kau panjatkan


Maafkan aku ibu
Tak sempat memberimu tawa
Tak sempat mebuatmu bangga
Dan tak sempat membalas kasih sayangmu selama ini


Maafkan aku ibu
Aku harus pergi menuju surga yang Allah janjikan
Ikhlaskan jasadku yang terbujur kaku
Agar Syahidku menjadi akhir dari deritamu


Maafkan aku ayah
Tak mampu lagi ku ucapkan selamat tinggal
Peluru ini membuayarkan mimpimu
Mimpi yang ingin menjadikanku
Pembela kezaliman sionis
Yang merampas tanah leluhur kita


Maafkan aku ayah
Jasad ku tak lagi bisa nyanyikanmu bahasa kalbu
Jasadku tak lagi mampu ungkapkan betapa sayangnya aku padamu
Jasadku tak lagi akan berada di pelukanmu saat ku tertidur


Dari pintu surga ku berdiri
Menanti rohmu tuk temaniku berjalan
Semoga kelak rohmu masih mengingatku
Yang pernah hadir memberimu canda
Walau kehadiranku hanya sesaat

Thursday, June 12, 2014

Selamat Tidur

Waktu semakin memanjakan bulan
Walau tak terlihat jelas wujudnya
Namun samar terlihat cahaya terang itu
Sedang bersembunyi dibalik awan


Rangkaian imajinasi mulai tersusun kembali
Membawa kita ke alam penuh imajinasi
Hingga kita tak sadar sayup mata mulai membungkus mimpi
Selimut tebal menanti seolah menjaga imajinasi


Sebelum mata terpejam
Kembali mengingat apa saja yang telah terjadi
Banyak tawa, canda, bahkan kesedihan
Yang mewarnai perjalanan kita hari ini


Selamat tidur
Semoga raga ini hadir mengisi mimpi
Semoga keindahan menjadi raja dalam mimpi
Hingga saat jiwa dan ragamu menyatu kembali
Senyuman indah hadir menyambut pagi

Sunday, March 23, 2014

Diet Alami Tanpa Obat dan Tanpa Efek Samping

Assalamu'alaikum sobat blogger. pada postingan kali ini saya mencoba untuk tidak berpuisi dan mengumbar kritik-kritik pedas pada pemerintah. untuk postingan kali ini saya akan mencoba memberi sedikit tips yang semoga bisa memberi banyak manfaat untuk kita semua.

Banyak diatara kita yang kurang percaya diri dengan tubuh yang gemuk. Banyak juga yang menganggap tubuh gemuk itu adalah masalah besar yang sangat sulit untuk di selesaikan. 

Wednesday, March 19, 2014

Sabda Alam

Raga seolah berjalan diatas duri
Perih terasa saat menusuk dan mengiris
Mengawali bait kata tak bermakna
Merajut asa pada genggaman pasir berbisa

Langkah kaki pun terayun
Melangkah menopang badan
Seolah dituntun namun tak bertuan
Menuju tempat untuk teriakan angan

Sesaat kemudian raga terkejut
Tak percaya lembut kapas mengeras seperti batu
Semakin jauh melangkah
Semakin deras kumuntahkan kesedihan berbalut kesombongan

Inikah tanda itu?
Dimana Udara tak lagi sejuk
Matahari semakin terik
Bumi tak lagi ramah

Keserahan manusia laknat
Telah membuat murka sang pencipta
Sabda alam yang bernyanyi semakin jarang terdengar

Semakin jarang kulihat hijau
Rimbun pepohonan tak lama lagi menjadi legenda
Sejuknya udara tak lama lagi menjadi mimpi
Ini adalah buah dari keserakahan tak berujung

Thursday, February 27, 2014

Tak Berbeda

Semua telah dipolitisasi waktu
Membuyarkan mimpi para jelata
Yang merayap demi segenggam beras
Menghancurkan cita-cita
Yang telah terbangun bersama tetesan keringat
Yang menggambarkan kerasnya sebuah perjuangan

Saat ini mimpi pun telah terhapus
Oleh sogok menyogok yang tlah menjadi sarapan kita setiap hari
Kita yang tertindas semakin terpojok
Tak ada lagi tempat mengadu
Hanya terjangan ombak yang mennyambut
Saat kita berteriak

Kita semakin tertindas terinjak-injak
Uang telah menghancurkan harga diri

Inilah kami,,
kumpulan orang-orang bejat yang mencoba hancurkan rezim
Langkah kami terhenti saat suara kami tak mendapat suport

Inikah kebebasan???
Inikah demokrasi???

Semua masih perlu dipertanyakan
Semua hanyalah sebuah nama
Semua tak beda dengan era sebelumnya