
Seketika canda tawa tak lagi terdengar
Semua berganti tangis
Ini seperti mimpi buruk
Hanya dalam sepersekian detik
mereka merubah semuanya
Maafkan aku ibu
Aku tak sempat kuhabiskan air susumu
Yang engkau selalu berikan dengan cinta
Yang mengalir bersama doa-doa
yang setiap hari kau panjatkan
Maafkan aku ibu
Tak sempat memberimu tawa
Tak sempat mebuatmu bangga
Dan tak sempat membalas kasih sayangmu selama ini
Maafkan aku ibu
Aku harus pergi menuju surga yang Allah janjikan
Ikhlaskan jasadku yang terbujur kaku
Agar Syahidku menjadi akhir dari deritamu
Maafkan aku ayah
Tak mampu lagi ku ucapkan selamat tinggal
Peluru ini membuayarkan mimpimu
Mimpi yang ingin menjadikanku
Pembela kezaliman sionis
Yang merampas tanah leluhur kita
Maafkan aku ayah
Jasad ku tak lagi bisa nyanyikanmu bahasa kalbu
Jasadku tak lagi mampu ungkapkan betapa sayangnya aku padamu
Jasadku tak lagi akan berada di pelukanmu saat ku tertidur
Dari pintu surga ku berdiri
Menanti rohmu tuk temaniku berjalan
Semoga kelak rohmu masih mengingatku
Yang pernah hadir memberimu canda
Walau kehadiranku hanya sesaat